Bukan Resensi Drunken Molen

June 10, 2009 at 3:49 am | Posted in Review | 2 Comments

Drunken Molen

Diary Pidi Baiq yang terbukukan yang kupinjam dari seorang pemuda bernama Yanuar Syapaat.

 

drunken-molenDilihat dari judulnya… lucu

Dilihat dari covernya… menarik

Dilihat dari komentar-komentar pembaca pertamanya… menyedihkan

 

 

Kubaca cerita pertama sampai pertengahan buku, diangkot dalam keadaan lampu remang-remang…

tapi aku tetap membaca…. karena jika saat itu tidak kubaca, mungkin aku akan sibuk memperhatikan penumpang lain, yang berwajah sama leceknya

 

Cerita pertama romantis, cerita kedua masih romantis, dan tidak membuat diriku terbahak.

Karena tidak sopan terbahak-bahak dihadapan penumpang pulang kerja yang berwajah lecek menjurus garang, bila merasa terganggu.

Demi kesopanan aku hanya sanggup tersenyum sendiri, dengan resiko dianggap sebagai wanita yang gila, tapi itu sudah biasa.

 

Divider kartun antar cerita di drunken molen, sangat menarik.

 

Isi dari Drunken Molen dari setengah buku yang kubaca saat itu, lebih banyak menceritakan cara Pidi Baiq menyampaikan kebaikan dan perhatiannya pada keluarga intinya.

 

Tadi malam kubaca lagi separuh akhir buku tersebut. Masih tidak terbahak, karena aturan tak tertulis untuk tidak terbahak pada malam hari. Karena dimalam hari ada makhluk lebih halus yang lebih pandai terkikik.

 

Tapi tetap diriku tersenyum, lebih lebar, karena tidak ada resiko dianggap gila. Dirumah hanya ada ibu, Ibuku tidak akan pernah sanggup menyatakan aku gila, karena dia ibuku, bukan ibumu. Tetap kubaca separuh terakhir, bab demi bab tidak dengan serius. Isi separuh terakhir bercerita tentang cara Pidi Baiq bermuamalah dengan relasinya, baik yang dikenal atau pun yang tak dikenal.

 

Cara Pidi Baiq menyampaikan itu semua, sesuai dengan namanya, dengan cara yang baik, tidak pernah sesuai takaran, namun mengena. Benar-benar tidak wajib diteladani, apalagi dibaca sungguh.

 

Yanuar Syapaat, buku itu sekarang ada di Linda Widya Hana. Ia pinjam, bukan karena ia suka molen. Tapi karena buku ini menghibur.

 

 

Terimakasih.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hahahaa.. gaya bahasa mu sedikit terkontaminasi si pidi baiq.. bagoes lah.. mudah2an blog mu nanti bisa dibukukan..!!

  2. ah… yanu…. aku sengaja kok…. ^___^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: