Jakarta Bandung

January 6, 2009 at 3:31 am | Posted in Kawah Putih | 8 Comments
Tags:

251208::08.00::stasiun Gambir Jakarta

Ampun deh, gw lagi makan di mana sih sekarang, mesen mie ayam setengah porsi sama the botol aja lamanya minta ampun. Beuh, lagi dikulitin apa ayamnya Ya? Belum tau apa kalo gw ini galak kalo laper. Tidak lama mas-mas kantinnya membawa somay pesanan Yanu, yang bikin gw hampir naik darah. Pasalnya gw sama Yanu pesennya duluan gw.

“MAS… MIE AYAMNYA MASIH LAMA GAK…! Kalo iya, saya ganti aja deh jadi somay”

“bentar lagi mba… udah dibuatin”

Tidak berapa lama, mas-masnya datang kembali membawa beberapa mangkuk mie ayam, untuk gw, aci, mas dhanang dan kiki. Seneng sih, tapi sekitar 20 menit lagi kereta menuju Parahyangan Bandung berangkat. Hue… sedihnya lagi kok porsi mie ayamnya sama semua, mana yang porsi separo? Gw bisa keselek kalo makan buru-buru. Akhirnya dengan bantuan beberapa pihak, gw berhasil menghabiskan mie ayam tersebut (sebenernya si, cuma Kiki doank yang bantuin >_<). Gw dan teman-teman berhasil sampai kereta tepat pada waktunya. AKHIRNYA…. GW LIBURAAAAAAAAAAAAAAAAAN.

🙂  🙂

Hari ini, 25 Desember 2008, anak-anak Milis Hore-Hore yang biasa di kenal dengan ABG-ABG Rekayasa, atau perkumpulang orang muda rekayasa, liburan bareng ke Bandung. Tujuan utamanya adalah KAWAH PUTIH Ciwidey. Aneh juga, beberapa bulan yang lalu gw sulit banget melafalkan kata-kata Ciwidey baik lisan ataupun tulisan, tapi beberapa hari sebelum keberangkatan lidah gw udah lancar aja bilang Ciwidey, mungkin karena tekad gw udah bulet.

Liburan MHH kali ke Bandung ini, dipandu oleh Yanuh Tasik, yang diawaki oleh beberapa fotografer dan model amatiran yang andal yaitu Bung Aan, Eril, Achie, gw sendiri, dan Kiki. Serta seorang model professional annual report rekayasa yaitu mas Dhanang. Ada satu orang lagi yang bakal bergabung dengan kami di Bandung nanti, namanya Yogi. Beberapa anggota MHH yang lain tidak ikut, karena berbagai kepentingan dari yang operasi jempol, sampai yang harus tugas ke project.

Perjalanan empat jam dengan kereta Ekonomi Jakarta-Parahyangan, sangatlah tidak membosankan. Bangku tempat kami duduk dikelilingi oleh keluarga yang membawa banyak anak-anak kecil berumur kurang dari 5 tahun. Tapi percayalah, anak-anak kecil itu ternyata lebih kalem dibanding kami. Paling nggak kelakuan mereka tidak seatraktif dan sepecicilan kami.

Gimana nggak atraktif, mari kita lihat pasangan yang duduk di depan gw, Eril dan Yanuh, dua orang fotografreakz. Baru duduk di kereta, dua orang ini udah meleat-meleot kesana kesini, jepret sini jepret sana, ada pemandangan bagus dua-duanya berebut menguasai jendela untuk memotret pemandangan. Gw yang ngeliat sebenernya takut, takut kalo kaca keretanya retak. Gak Cuma mereka berdua, kalau Eril dan Yanuh udah girang gila nemu objek bagus, Bung Aan yang duduk di bangku sebelah juga bakalan ikut berebut menguasai jendela untuk ikutan jepret sana jepret sini. Wew benar-benar tua muda kelakuannya sama sajah.

Di kereta ini juga, digicam Aci memiliki julukan baru dari mas Dhanang yaitu “gerbong kereta”. Digicamnya Aci memang sedikit berbeda dengan digicam teman-teman yang mayoritas keluaran terbaru. Digicam Aci itu merupakan digicam model awal, yang bentuknya lebih tebal, dengan layar yang kecil. Hmm… Mas Dhanang, kalau kata bang Rhoma Iramha, ucapanmu itu benar-benar THERRLHALHUW. Meskipun pada akhirnya dia meralat julukan digicam Aci menjadi Shinkansen. Tapi tetap saja, kata bang Rhoma Iramha, kalau ucapan mas Dhanang itu benar-benar THERRLHALHUW.

🙂  🙂

Keaktifan Eril, Yanuh, dan Bung Aan dalam mencari objek foto tidak hanya berhenti pada jam pertama keberangkatan kereta, tapi sampai keretanya udah mau sampai ke stasiun. Salut gw dengan semangat para fotografreakz ini, bener-bener gak ada matinya. Gw yang biasanya tidur kalo perjalanan jauh (deket aja gw bisa tidur), ikut menikmati kegilaan mereka. I have a will, someday gw bakal belajar untuk motret juga, gw pengen tau apa si yang bikin mereka kecanduan untuk motret. Gw bener-bener gak habis pikir.

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. nama kameraku sekarang adalah gerbong kereta shinkansen…hehehe..thanks to mas dhanang yang dah kasih nama buat kameraku…

    kapan2 jalan2 lagi yaaaaaaaa……naek kereta lagi yaaaaaaaaa….hehehehehe

  2. hidup shinkansen…… jgn patah semangat bwt foto2 temans2.. chaiyo2.. hehehe, seandainya.. gw dah ada kamera waktu itu,, hue

    >_<

  3. Hehehe… Iya kapan2 jalan2 lagi yuk ..Gimana kalo ke Jogja Jogja..!! Ehem..Shinkansen… Watho. Jadi geli sendiri kalo inget. Moga Si “Shinkansen” bisa bertemu dengan sodara tua nya di Jepun sono…!! Hehehehehehe

  4. hehe boleh…. boleh… kita sowan ke negeri shinkansen tua

  5. hayooo…kitah ke jepun..jepun…jepun…
    kitah potoh..potoh di sanah…

  6. wahwah…ternyata perjalanan kalian pake kereta membawa banyak cerita yah, sayang sekali gw gak ikutan naek kereta huhuhu😦

    eh, udah lama ya gak jalan2 en hunting2 lagih…yo ayo kita rencanain hehehe

  7. iya nih dah lama ga jalan2 lagi… yu… mari kita rencanakan ^__^

  8. I Want back to this moment…😦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: